GANNAS Gerebek Toko Kosmetik Penjual Obat Berbahaya

ProRakyatOnLine,- Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANNAS) Kota Tangerang Selatan melakukan penggerebekan toko kosmetik yang diduga kuat menjual obat-obatan berbahaya. Aksi tersebut berlangsung di daerah Kampung Jaletreng, Serpong pada Jumat, 11 Juni 2021, sekitar pukul 20.05 WIB.

“Kami dapat laporan dari masyarakat. Tentunya kita enggak mau sembarangan, ya. Kita lakukan investigasi dulu. Setelah dapat bukti-bukti yang konkrit, yang riil baru kita koordinasi dengan anggota,” kata Endang Supriyadi, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GANNAS Serpong, saat dihubungi melalui panggilan seluler, Sabtu, 12 Juni 2021.

Endang menjelaskan dalam melakukan aksi tersebut dia didampingi oleh Ketua DPC Serpong Utara Samsudin, Ketua RT wilayah setempat, dan beberapa anggota GANNAS lainnya. Mereka melakukan investigasi dengan mengirim salah seorang dari mereka untuk membeli beberapa jenis obat keras di toko tersebut.

“Dan kita menemukan obat daftar golongan G,” ungkapnya.

Obat daftar G (Gevaarlijk/berbahaya) merupakan jenis obat keras yang penggunaannya harus sesuai resep dokter. Selain itu hanya rumah sakit atau apotek tertentu saja yang bisa menjual obat tersebut.

Pasalnya obat-obatan daftar G itu mempunyai efek serupa bahkan lebih dahsyat dari narkoba bila dikonsumsi berlebihan.

Endang lalu menyebut beberapa jenis obat daftar G yang berhasil diamankan pihaknya, yaitu 150 butir Tramadol, 500 butir Exymer, Marsi Dolgesik 50 butir, Marsi Loraxepam 50 butir, 25 butir Valdimek, 150 butir Alprazolam, Calmlet 50 butir. Pihaknya juga menyita uang sebesar Rp 120 ribu untuk dijadikan bahan bukti.

“Sekarang mereka (penjaga toko) sudah kita bawa ke Polsek Serpong,” katanya.

Menurut Endang, keberadaan toko obat dan kosmetik hanyalah sebuah kamuflase para bandar narkoba untuk menutupi bisnis haram mereka.

Dia pun meyakini bos besar di belakangnya adalah kelompok Aceh Serantau yang memang sudah dikenal sebagai dalang besar dari perdagangan narkoba di wilayah Jabodetabek.

“Mereka mengaku hanya sebagai penjual. Mereka dikirim dan disuruh oleh bosnya untuk menjual obat-obat ini…, tentunya golongan Aceh Serantau,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GANNAS Tangerang Selatan Ahmad Yani mengapresiasi keberanian DPC Serpong dan DPC Serpong Utara dalam mengungkap kasus ini.

“Sangat mengapresiasi sekali. Terlebih sebentar lagi kita akan memperingati Hari Anti Narkotika Internasional. Hal tersebut tentunya memberikan shock therapy bagi para pengedar juga mengingatkan masyarakat akan keberadaan obat-obat berbahaya,” ungkapnya.

Yani juga mengatakan akan terus berkoordinasi dengan tiap DPC dan masyarakat untuk memantau pergerakan pengedaran narkoba di Tangerang Selatan. Dia pun meminta Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk tidak diam melihat kasus-kasus seperti ini.

“Pemerintah kota tidak boleh diam karena kita (Tangsel) sudah masuk zona merah. GANNAS punya tekad kuat untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah kita. Ya, semoga Pemkot Tangsel punya tekad yang sama jadi kita bisa berkolaborasi mengatasi masalah ini,” ucapnya.

Ferro Stansyah