Demi Perut, Pedagang Pasar Serpong Tangsel Langgar Aturan PSBB

ProRakyatOnLine,- Perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Tangerang Selatan hingga akhir Mei 2020, tidak membuat para pedagang di Pasar Serpong Tangerang Selatan bergeming. Mereka tetap melakukan aktivitas niaga seperti biasa tanpa mematuhi aturan-aturan dalam PSBB, seperti menjaga jarak dan tidak berkerumun.

Salah satu pedagang pakaian yang tidak mau disebutkan namanya itu (40) mengatakan dirinya terpaksa melanggar aturan tersebut lantaran berdagang adalah satu-satunya mata pencahariannya kini. Dia justru lebih takut dia dan keluarganya mati karena kelaparan.

“Ya, mau gimana lagi. Ini semua menyangkut urusan perut, terpaksa kita langgar. Demi keluarga apapun akan saya lakukan,” kata pedagang itu, Senin, 18 Mei 2020.

Sementara itu, salah satu pembeli di pasar tersebut, Nina (35), mengomentari pemberlakuan PSBB yang diberlakukan pemerintah Kota Tangerang Selatan hampir satu bulan itu. Menurut dia, bagaimana masyarakat bisa patuh, jika pemerintah sendiri tidak memberikan contoh yang baik terkait PSBB.

“Pemerintahnya aja kumpul-kumpul. Pake acara konser yang lebih ramai dari pasar. Masa kita tidak boleh kalau cuma ke pasar aja,” ungkap Nina.

Dia juga berpendapat seharusnya pasar tidak tutup sebelum pembeli mendapatkan barang yang diinginkan, apalagi menjelang lebaran seperti saat ini.

Seperti diketahui, untuk Pasar Serpong, Tangsel, diberlakukan jam operasional mulai pukul 05.00 pagi sampai pukul 14.00 WIB. Jika batas waktu habis, maka petugas pasar akan membunyikan sirine tanda pasar akan ditutup. Para pedagang pun bergegas untuk menutup tokonya. Sementara para pembeli, terpaksa harus meninggalkan pasar secepatnya.

-Saepul H-